ciri ciri depresi pada remaja
Photo by Tammy Gann on Unsplash

Jika kamu seorang orang tua, kakak, atau remaja, kamu harus memahami ciri ciri depresi pada remaja.

Depresi bisa terjadi pada siapa saja. Entah itu remaja, dewasa ataupun lansia sekalipun, karena pada dasarnya depresi tidak mengenal usia dan bisa menyerang siapa saja baik itu wanita maupun pria.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Supa Pengpid dari Thailand, depresi pada perempuan usia 15-19 tahun mencapai 32 persen, sementara pada laki-laki usia 15-19 tahun mencapai 26 persen. Dan pada usia 15 tahun keatas melaporkan gejala depresi sedang atau berat sekitar 21,8 persen.

Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa depresi bisa menyerang sejak usia dini.

Kenapa terjadi depresi pada remaja?

Masa remaja menjadi masa transisi periode dari masa anak-anak hingga masa awal dewasa, sehingga tidak heran jika banyak anak remaja yang mengalami depresi.

Perubahan mood atau gejolak emosi yang dialami remaja sering dianggap hal yang lumrah atau biasa bagi orang dewasa sehingga memungkinkan remaja yang mengalami depresi jadi tidak tertangani dengan baik karena dianggap perubahan suasana hati yang wajar.

Baca Juga: Pentingnya Kesehatan Mental dan Cara Menjaganya sejak Dini,

Faktor penyebab terjadinya depresi pada remaja

  • Pernah menjadi korban kekerasan seksual
  • Pernah menjadi saksi kekerasan
  • Mengalami pembullyan oleh teman sebaya
  • Memiliki masalah kesehatan mental
  • Bermasalah dalam belajar
  • Pengaruh lingkungan sosial yang buruk
  • Menderita penyakit kronis
  • Mendapat perlakuan buruk dari orang tua
  • Mendapat tekanan dari orang tua

Masih banyak factor lainnya yang bisa menjadi penyebab depresi pada remaja. Sehingga sangat penting bagi orang tua untuk selalu memperhatikan, mendengarkan, dan mengajak anak remaja untuk berbicara agar mengerti apa yang sedang mereka alami.

Ada beberapa ciri ciri depresi pada remaja yang bisa diamati sehingga jika muncul tandanya bisa langung diantisipasi.

Baca Juga: 6 Cara Paling Efektif Mengatasi Stress Pada Remaja

Ciri ciri depresi pada remaja

  1. Hilangnya motivasi dan semangat dalam melakukan kegiatan

Tidak ada motivasi didalam diri anak atau semangat anak dalam berkegiatan dan memilih menolak melakukan kegiatan tersebut. Anak yang biasanya senang atau tersenyum bahagia menjadi hilang saat itu.

  1. Menjadi mudah tersinggung, marah, dan menangis karena hal kecil

Mood yang berubah-ubah membuat anak menjadi lebih sensitive terhadap hal-hal kecil disbanding biasanya. Hal yang seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan menjadi besar oleh anak tersebut.

  1. Menjadi sering menyalahkan diri sendiri

Anak menjadi lebih mudah menyalahkan dirinya sendiri walaupun hal tersebut bukanlah kesalahan sang anak. Karena mereka berpikir semua kesalahan yang terjadi disebabkan oleh anak tersebut.

  1. Menurunnya rasa percaya diri

Anak yang tadinya lancar dalam berbicara, mudah tertawa lepas, dan mudah berinteraksi dengan orang lain menjadi menurun rasa percaya dirinya dan memilih untuk diam.

  1. Menarik diri dari lingkungan sosial

Anak yang tadinya mudah bergaul menjadi menarik diri dari lingkungan sosial dan lebih memilih mengurung dirinya didalam kamar dimana mereka merasa aman dan nyaman saat sendirian.

  1. Mengalami perubahan nafsu makan

Nafsu makan anak yang tadinya terlihat normal menjadi berubah sewaktu-waktu. Terkadang nafsu makan anak bertambah dan kadang nafsu makan anak menurun.

  1. Mengalami kesulitan tidur

Anak menjadi sering mengalami insomnia atau kesulitan tidur. Hal ini biasanya disebabkan oleh pikiran-pikiran negatif yang menghampiri mereka saat malam hari menjelang tidur.

  1. Mudah lelah dan kehilangan energi

Anak yang tadinya sangat aktif dalam melakukan hal apapun menjadi mudah lelah dan kehilangan energi. Tampak lesu dan murung setiap saat.

  1. Menurunnya prestasi di sekolah

Anak yang tadinya pintar dibidang akedemik ataupun non akademik menjadi menurun secara perlahan karena mereka sudah tidak ada keinginan lagi untuk belajar ataupun melakukan apapun.

  1. Berkeinginan untuk menyakiti diri sendiri

Saat anak sudah memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri, orang tua ataupun kakak sudah harus waspada. Karena anak sudah mulai memasuki fase depresi berat.

  1. Muncul pikiran untuk bunuh diri

Ini fase terakhir dari depresi, jadi jika anak sudah memiliki keinginan bunuh diri maka sebagai orang tua atau kakak harus waspada.

Baca Juga: Pengertian Self Love dan Pentingnya Untuk Mencintai Diri

Itulah ciri ciri depresi pada remaja yang bisa kamu antisipasi jika muncul salah satu tandanya pada orang terdekatmu atau bisa saja itu terjadi pada diri kamu sendiri?

Untuk kamu yang masih remaja dan membaca artikel ini, mulailah terbuka pada orang terdekatmu mengenai apa masalah yang sedang kamu hadapi saat ini. Jika kamu merasa tidak ada orang terdekatmu yang mendengarkan keluhanmu, kamu bisa mengikuti organisasi kesehatan mental dan menceritakan masalahmu disana tanpa harus merasa dihakimi.

Jika kamu seorang orang tua atau kakak dan membaca artikel ini, mulailah melakukan pendekatan pada mereka jika mereka sudah menunjukan ciri ciri depresi pada remaja diatas. Kamu bisa bertanya, seperti bagaimana perasaan mereka saat ini, apa yang sedang mereka pikirkan sekarang, masalah apa yang sedang mereka hadapi sekarang, dan lain sebagainya.

Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga bermanfaat.


2 Komentar

Rayhan · Juli 7, 2021 pada 4:02 pm

Emang banyak banget sih ya faktor eksternal dan internal yang bisa membuat kita depresi. Tapi tau ga sih? kalau memiliki banyak teman tuh bisa mengurangi depresi yang berkelanjutan. Tapi, tetap harus dipilih mana teman yang baik dan mana yang buruk ya!

Cara Menghormati Orang Tua Dengan Tindakan Sederhana · Juli 14, 2021 pada 11:10 am

[…] Hati-Hati! Ini 11 Ciri Ciri Depresi Pada Remaja […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *